Kepura-puraan
Penulis: Faqih Bayhaq J.
Kepura-puraan
Berharap orang
lain jujur seperti yang kita harapkan? Atau, berharap orang lain menjauh karena
kecewa dengan kebohongan? Serius? It's not as simple as that.
Setiap orang perlu
melindungi diri. Selfish? No. Itu wajar. Sebagian orang bahkan ada yang tidak
atau belum bisa jujur dengan dirinya sendiri. Walau, sebagian orang ada yang
memanfaatkan keadaan untuk kepentingan pribadi.
Tapi, perlu diingat bahwa prinsip etika hidup memisahkan benar dan salah
berdasarkan manfaat dan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain. Artinya, ga
jadi masalah seberapa egois dia selama tidak merugikan orang lain.
Oke. Mudahnya
gini. Kamu pasti pernah berbohong. Mengambil kesempatan atau menyembunyikan
sesuatu. Entah karena terpaksa atau pun terencana. Bukan cuma kata-kata. Semua
hal yang mungkin ga terpikir. Make up. Pernah pake? Kita merasa lebih percaya
diri ya? Tapi, bukannya itu suatu bentuk kebohongan? Menyembunyikan bentuk
fisik sebenarnya. Apa itu salah? Ngga. Kenapa? Karena ga merugikan bagi orang
lain. Kita cuma mau terlihat indah. Narsistik? Ngga juga. Walau mungkin iya.
Intinya, yang bisa kita kendalikan adalah diri sendiri. Kalo kita merasa dibohongi karena suatu alasan bukan orang lain yang kamu persepsikan yang salah atau yang harusnya pergi. Tapi kita yang harusnya menurunkan tingkat ekspektasi atau menjauh. Pura-pura itu hal yang wajar kok. Kalo kata tokoh Jaques dalam karya Shakespeare As You Like It, "dunia adalah panggung sandiwara". Emang bener. Kita cuma wayang yang dimainkan sang dalang. Wayang yang mungkin punya kebebasan berkehendak.
Komentar
Posting Komentar