Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Main Peran

Main Peran Oleh: Faqih Bayhaq J. Jika mereka enggan terikat sistem dan aturan Buat apa ikut menyuarakan jabatan? Setiap peran punya hak dan kewajiban Jangankan mereka, bahkan yang diam pun ambil peran   Seringkali pun kita terhanyut dalam nikmatnya eksistensi hingga lupa batasan Kita terlarut dalam lautan hak hingga lupa seberapa tinggi langit kewajiban   Tak dapat kubayangkan.. Jika yang lari adalah aku, bukan kalian Bahkan yang paling kencang berlari di depan Enggan peduli pada yang bersuara paling tinggi yang tak kenal kewajiban   Aku ragu, apa aku masih punya pikir dan perasaan? Namun, sebenarnya siapa di sini yang gila kepentingan?  

Benar Salah itu Apa?

Penulis: Faqih Bayhaq J. Benar Salah itu Apa? Saya sempat memikirkan ini sangat keras. Kadang saya susah buat istirahat, memejamkan mata dan tertidur lelap. Gelisah terus-terusan, karena ga tau apa yang saya lakuin selama ini udah bener atau belum. Beberapa literatur dan penelitian yang saya baca juga menyebutkan kita punya yang namanya "empathy" atau "feeling" atau "pain matrix". Tapi tetep aja itu ngga berlaku universal. Indra, logika, pengetahuan, dan perasaan bukanlah kebenaran. Itu cuma alat untuk melihat kebenaran yang dipertimbangkan melalui proses kesepakatan dari dalam maupun luar pribadi. Artinya ada keterbatasan dalam menentukan kebenaran. Ketika kebenaran diucapkan dengan keragu-raguan akan menjadi sebuah kesalahan. Sebaliknya, mengucapkan kebohongan dengan keyakinan akan menjadikannya kebenaran. Begitu juga sains. Pendekatan yang menentukan standarisasi kebenaran. Teori mana yang benar-benar benar? Begitu juga aturan. Yang menjadi dewa bagi or...

Berpikir Negatif itu Perlu?

Penulis: Faqih Bayhaq J. Berpikir Negatif itu Perlu? Apa yang kalian pikirkan tentang berpikir negatif? Apakah berpikir negatif itu membuat kita memandang segalanya negatif? Apakah semuanya akan berjalan sesuai apa yang kita pikirkan? Apakah harusnya kita menyemangati diri kita terus-menerus? Apakah kata-kata semangat membuat kita menghilangkan semua perasaan negatif, atau malah tertekan dengan keadaan yang bertolak belakang dengan perasaan kita sebenarnya? Kita akan bahas itu. Dampak Penolakan Emosi Banyak orang beranggapan bahwa berpikir negatif tidak diperlukan, orang-orang akan cenderung mengatakan, "hah, bukannya itu namanya pesimis?", "lah, belum mulai sudah bilang bakal kalah", "positif aja dulu", "harapan kayak gitu bisa jadi doa loh", "emang kamu nggak mau berhasil, gitu?". Namun, tanpa disadari kata-kata tersebut bisa saja menyinggung seseorang karena kurang merasa berempati terhadap perasaannya. Pola berpikir seperti itu ...

Realitas Waktu

Penulis: Faqih Bayhaq J.   Realitas Waktu Waktu adalah benda 4 dimensi. Waktu terasa pasti jika dilihat oleh benda 3 dimensi. Waktu akan terus maju, tidak bisa mengulang atau kembali ke masa lalu. Karena hukum 3 dimensi membatasi waktu untuk tetap pada aturannya. Waktu bisa tidak terasa pasti atau disebut relatif jika kita menambah variabelnya atau melihatnya dalam realitas 4 dimensi. Kita bisa ke masa lalu, masa kini, atau masa depan. Namun, hukum dan aturannya akan sama sekali berbeda dengan realitas 3 dimensi. Akan terdapat perbedaan dalam hukum kausalitas yang terjadi. Hukum itu tidak akan sama seperti kita mencegah orang di masa lalu untuk melakukan kejahatan di masa depan. Ada hal yang memengaruhi hukum relativitas pada realitas 3 dimensi, yaitu gravitasi. Semakin tinggi gravitasi, semakin cepat pula waktu berjalan. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil tingkat gravitasi, semakin lambat pula hitungan waktu. Kecepatan suatu benda juga memengaruhinya. Kecepatan tercepat d...

Kesadaran Ruang dan Waktu

Penulis: Faqih Bayhaq J. Kesadaran Ruang dan Waktu Manusia memiliki alat atau pusat kendali yang memiliki kompleksitas tinggi. Bahkan pada kesadaran yang lebih tinggi mampu menembus hingga lapisan kesadaran semesta. Itu adalah apa yang disebut otak dan alam pikiran. Mereka bisa melakukan sesuatu hingga di luar batas pengetahuan dan rasionalitas. Namun, manusia membutuhkan proses berpikir hingga mampu memiliki kesadaran pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam prosesnya, manusia membutuhkan usaha tinggi pula dalam berpikir dan mendapatkan kebijaksanaan tentang hukum Ketuhanan, hakikat semesta, serta kausalitasnya.   Kesadaran ruang dan waktu bisa lebih besar atau menjadi sangat besar dari dimensi alam semesta. Ruang yang kita kira ruang tak terbatas memiliki keterbatasannya. Waktu memiliki tingkat keterbatasan yang berbeda atau lebih rendah. Dalam hubungan kausalitas, ruang melingkupi waktu agar benda tersebut dapat ada dalam dimensinya. Dimensi yang berbeda berada pada suatu s...

Melihat dalam Buta

Melihat dalam Buta Oleh: Faqih Bayhaq J.   Aku bergelut dengan badai yang berkecamuk Pada tiap malam dalam mimpi yang kelam Terlelap di bawah batas kesadaran kemaruk Pun terombang-ambing di perut arus laut dalam   Pikir tak nampak di permukaan Perilaku pun tak terbayang bila sekadar di perbatasan Kata tak sampai dalam kamus pemaknaan Indra pun hanya sanggup pada titik kebutaan   Tak kuasa rasa pada tingkat memahami Karena pikir dan nurani terhalang kabut kelabu Tak kuasa raga pada tingkat mengalami Karena perilaku hanya diam membatu

Aku Ada dan Tiada

Aku Ada dan Tiada Oleh: Faqih Bayhaq J.   Di kala muda sederhana tertawa Di kala tua hidup bukanlah apa Di kala mimpi lebih terasa nyata Di kala ini terjebak antara rindu dan hampa   "Aku berpikir, maka aku ada" Ketika ada dia hanyalah ada Ketika tiada melesap materi jiwa dan raga Jagat raya bukan sekadar eksistensi semata   Dengan kata Kupersilakan pikir meraih ada Karena kata Ku terlelap dalam harmoni romansa Ku terlelap dalam sunyi dan tiada

Bagaimana Aku Memandang

Bagaimana Aku Memandang Oleh: Faqih Bayhaq J. Dua cara memandang dunia Empirisis melihatnya dengan indra Selalu meragu pada akal manusia Mengira bahwa pengalaman adalah nyata Rasionalis sebaliknya Semua jawab pada akal semata Mengira hanya logika ialah kuncinya   Kau lihat Tuhan sebagai insan Padahal indraku dan akalmu tak punya peran Tak ada hak dari makhluk ciptaan Melihat Tuhan dari pengalaman dan pikiran   Terbit sintesa Sebagai jalan tengah bagi semua Ruang dan waktu tampak berbeda Jika engkau melihatnya dengan lain mata Jeruk terbayang manis bagimu Lain bayang denganku Namun bila ada jawaban pertanyaanmu Tuhan itu ada, setidaknya bagiku