Kesadaran Ruang dan Waktu
Penulis: Faqih Bayhaq J.
Kesadaran Ruang dan Waktu
Manusia memiliki alat atau pusat kendali yang memiliki
kompleksitas tinggi. Bahkan pada kesadaran yang lebih tinggi mampu menembus
hingga lapisan kesadaran semesta. Itu adalah apa yang disebut otak dan alam
pikiran. Mereka bisa melakukan sesuatu hingga di luar batas pengetahuan dan
rasionalitas.
Namun, manusia membutuhkan proses berpikir hingga mampu memiliki kesadaran pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam prosesnya, manusia membutuhkan usaha tinggi pula dalam berpikir dan mendapatkan kebijaksanaan tentang hukum Ketuhanan, hakikat semesta, serta kausalitasnya.
Kesadaran ruang dan waktu bisa lebih besar atau menjadi sangat besar dari dimensi alam semesta. Ruang yang kita kira ruang tak terbatas memiliki keterbatasannya. Waktu memiliki tingkat keterbatasan yang berbeda atau lebih rendah. Dalam hubungan kausalitas, ruang melingkupi waktu agar benda tersebut dapat ada dalam dimensinya. Dimensi yang berbeda berada pada suatu sistem ruang dalam keterbatasannya.
Lalu di mana ruang jika letak ruang melingkupi segalanya?
Ruang bukan "di mana", melainkan hanyalah
"apa". Dan eksistensi Tuhan adalah mutlak di mana tidak terikat ruang
dan waktu.
Komentar
Posting Komentar